cara mengisi formulir interview yang benar
Caramengisi profil di CV yang baik dan benar agar dapat pekerjaan 1. Cantumkan nama dan data pribadi Cantumkan nama, alamat, nomor telepon, hingga email dan posisikan berada di CV Header atau bagian atas. Dalam CV, informasi pribadi itu wajib ada. Tidak harus panjang dan mendetail.
Salahsatu bagian yang paling membosankan dari mengikuti seleksi perekrutan adalah mengisi formulir biodata yang mencakup resume. Sebenarnya ini adalah pengulangan, makanya kerap membuat calon karyawan merasa jenuh—karena harus bolak-balik mengisi hal yang sama. Sebenarnya ada beberapa alasan mengapa perusahaan membuat pengulangan seperti ini.
Bicarakanlahhal-hal yang menjadi kelebihan anda, baik secara teknis maupun yang sifatnya soft-skill. Untuk menjawab ini, Anda perlu berinstrospeksi sebelumnya. Ada baiknya Anda menghubungkan jawaban dengan kepribadian sekaligus peran yang dilamar. Contoh: "Saya adalah orang yang mampu menyelesaikan masalah.
Pertanyaansaat interview kerja untuk fresh graduate yang tersering ditanya oleh HRD ialah mengenai gaji yang kamu harapkan. Untuk fresh graduate, biasanya standard upah yang diberi ialah Rp lima juta sampai Rp 6 juta-an tergantung status dan perusahaan yang dilamar. Tetapi hal tersebut bukan suatu parameter yang pasti.
Cobalahlangsung berikan respons setidaknya dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah menerima email panggilan interview kerja. 2. Berikan salam kepada perekrut Pada bagian awal email balasan untuk undangan interview, ucapkan salam pembuka yang diikuti dengan nama recruiter. Kamu bisa menuliskan "Yth. (nama recruiter)."
học sinh cá biệt tiếng anh là gì. Contoh Tanya Interview dan Tips Menjawab dengan Tepat Wawancara kerja ataupun interview kerja yaitu salah satu tataran yang harus dilalui oleh seseorang yang sedang mencari pekerjaan. Oleh karena itu momen ini cak acap menjadi kondisi yang mendebarkan. Pertanyaan mengenai pertanyaan interview seperti segala yang akan ditanyakan kemudian muncul. Pastinya bagi pemohon jalan hidup bertarget bisa menjawab cak bertanya interview dengan lancar dan lolos ke berusul tahap ini dengan mudah. Baca Juga Apa Saja Jualan Online Terlaris Tahun 2022? Yuk, Jadikan Peluang Kulak! Pertanyaan Interview Memperkenalkan Diri Kamu Pertanyaan interview sediakala rata-rata dilontarkan oleh penanya yakni seputar diri Anda. Supaya terdengar tersisa, terlebih di sini menjadi poin penting bakal bisa merebut atensi HRD alias hamba allah yang melempar pertanyaan interview kepada Anda. Tanya ini berniat bagi mengetahui karakter dasar Anda karena menjadi aspek terdahulu untuk perusahaan. Jika pertanyaan interview awal ini bisa dilewati dengan baik, segara probabilitas Anda menarik perhatian berasal HRD. Ketika menghadapi soal interview seperti ini, berikut beberapa situasi nan harus Anda bagi dan jangan kerjakan. Yang Harus Dilakukan Salam hangat, sapa semua orang nan suka-suka di sana. Mengarang tentang pribadi dan data diri Engkau secara singkat. Cerita tentang tiang penghidupan dan barang apa jobdesk-nya. Coba titik api ke skill dan kompetensi yang bisa Kamu jual di posisi itu. Jika lain memiliki camar duka, Anda bisa membualkan aktivitas sehari-musim. Jangan Melakukan Menampilkan data pribadi terlalu detail dan melebar. Menceritakan hobi, ini akan menjadi intermezzo belaka, jangan dijadikan komponen purwa saat perkenalan diri. Kisah resan semu, semisal “Saya siap bekerja persisten dan bertanggung jawab demi kejayaan perusahaan.” Mengiba perusahaan. Tanya Interview Apa yang Diketahui Tentang Firma Ini? Pertanyaan interview selanjutnya yang umum ditanyakan masih standar dan tertambat perumpamaan basa-basi dari HRD kepada Beliau. Namun, pertanyaan interview tersebut nyatanya terdahulu karena Anda perlu memafhumi seluk beluk perusahaan atau tempat bekerja yang Beliau lamar. Baca Sekali lagi Pentingnya Perjanjian Pra Perpautan Untuk Masa Depan Indah Kerjakan mempersiapkan jawaban dari tanya interview ini, Dia dapat lebih dulu mempelajari riwayat hidup perusahaan, visi, misi, sebatas history berasal perusahaan tersebut. Anda bukan harus menghafal secara detail, pas mencerna secara awam perusahaan ini bergerak di bidang apa yang bagaimana bisnis mereka berjalan. Cak bertanya Interview Kenapa Tertarik Melamar Pekerjaan di Sini? Jangan terkecoh dengan tanya interview sama dengan ini. Pertanyaan ini diajukan buat mencari seberapa besar motivasi Kamu sesungguhnya. Hindari bagi menjawab dengan alasan gaji atau suasana lingkungan kerja dan menyebutkan ketidaknyamanan di perusahaan Anda sebelumnya. Anda bisa menjawab pertanyaan interview ini dengan alasan-alasan berupa. Sama dengan misalnya cak hendak menyalurkan potensi dalam diri atau permukaan birit Anda cocok dengan posisi yang dilamar di firma tersebut. Pertanyaan Interview Selama Mana Dia Luang Posisi nan Dilamar Masa ini? Setelah menjawab tiga cak bertanya interview sebelumnya yang terbilang standar dan bawah, Anda kemungkinan akan start ditanya lebih jauh tentang posisi nan dilamar. Bikin ini, Anda harus sempat betul alasan dan latar pinggul posisi yang Anda lamar. Anda boleh mencari referensi kian banyak mengenai posisi yang dilamar. Setelah memahminya, Sira boleh menjelaskannya dari sudut pandang sendiri tanpa meneladan keseluruhan berasal sumber yang Anda cari. Tanya Interview Apa yang Bisa Engkau Berikan bagi Firma atau Posisi Ini? Pertanyaan interview seperti ini kembali layak awam diberikan. Dia boleh mengaitkan dengan asam garam atau guna-guna yang Anda miliki dengan pamrih ketika Beliau berkarya di tempat baru. Jangan menjanjikan sesuatu yang Anda koteng enggak bisa atau lain yakin bisa melakukannya. Selepas Ia menjelaskan kemampuan nan dimiliki, dia boleh meneruskannya dengan keuntungan yang bisa didapatkan oleh perusahaan jika mempekerjakan Engkau. Pertanyaan Interview Cak kenapa Ia Berhenti bermula Pegangan Sebelumnya? Ini menjadi keseleo suatu pertanyaan interview yang berguna. Berusul sini firma boleh membiji karakter dan penyesuaian Sira. Makanya sebab itu hindari bikin menyebutkan kelainan pribadi ibarat alasan Anda keluar pecah firma sebelumnya. Jelaskan alasan Engkau dengan penjabaran yang profesional dan tidak menjelekkan pihak manapun. Anda enggak harus berbohong di n domestik pertanyaan interview ini, karena perusahaan lain sedikit nan menghargai kejujuran. Paling utama adalah bagaimana Anda menyampaikan penjelasan secara profesional. Cak bertanya Interview Tanggapan Dia tentang Lembur? Ini merupakan pertanyaan interview untuk mengerti komitmen Ia. Maka itu karena itu Dia harus mengasihkan jawaban dengan porsi yang sesuai, tidak berlebihan doang tak kurang. Mungkin banyak yang tidak nyaman bekerja lembur. Namun nyatakan komitmen kerjakan menguasai pegangan sebesar mungkin. Jika harus bekerja lembur pastikan bahwa waktu lembur tersebut masih intern batasan toleransi Dia. Sehingga jangan sampai jawaban yang diberikan terkesan basa-basi. Pertanyaan Interview Barang apa yang Kamu Bagi Seandainya Produktif dalam Impitan Pegangan? Pertanyaan interview ini diajukan buat memahami seberapa segara kesabaran dan ketangguhan Anda dalam menghadapi pekerjaan yang banyak dan seketika. Budi Beliau akan dinilai apakah seseorang nan mudah menyerah dan bukan bertanggung jawab dengan pencahanan sendiri. Jawab cak bertanya ini dengan sejujur bisa jadi jika memang memiliki cara koteng kerumahtanggaan mengantarai diri seperti menjumut beberapa menit untuk urut-urutan-jalan keluar kantor, atau memejamkan mata bahkan mengambil cuti sehari untuk berlibur. Enggak cak semau jawaban nan pelecok, nan salah jika Ia memaksakan saringan nan tak sejadi dan terkesan berbohong. Pertanyaan Interview Apakah Anda Melamar di Perusahaan Lain? Ia harus menjawab cak bertanya interview ini sejujur boleh jadi jika memang suka-suka saringan lebih berbunga satu perusahaan. Sekiranya ternyata beberapa nama firma nan disebutkan mempunyai karakteristik baik yang sama dari budaya dan sistem kerjanya maka ini akan memperkuat alasan Anda kenapa melamar diperusahaan tersebut dengan posisi tersebut nan berfaedah Kamu memang kepingin bekerja secara baik dengan environment yang mendukung agar bisa berkembang dengan makin baik bukan sekadar sekedar “sepatutnya mendapatkan jalan hidup”. Baca Juga Bisnis Laundry di Tengah Perumahan Kerjakan Cuan Soal interview ini juga biasanya digunakan untuk memahami apakah Anda dapat direkrut paling awal mungkin. Jika Beliau memang dianggap memiliki kualifikasi, tidak menutup kemungkinan HRD akan kian cepat merekrut Beliau. Cak bertanya Interview Berapa Gaji yang Engkau Harapkan? Pertanyaan interview selanjutkan akan lebih individual merujuk ke privat pekerjaan yang Dia menanyakan. Pertanyaan ini diajukan makanya HRD untuk mengetahui harga’ yang cocok kerjakan dibayarkan kepada Anda. Beberapa perusahaan mungkin akan meminta bukti slip gaji Engkau sebelumnya cak bagi semakin yakin. Umumnya akan ada negosiasi mengenai gaji setelah mengajukan jumlah gaji nan diinginkan jadi tidak apa-apa seandainya mengajukan dengan harga paling tahapan pada awal negosiasi. Pertanyaan Interview Apakah Ia Punya Pertanyaan? Jika pertanyaan interview ini muncul, umumnya sesi wawanrembuk kerja Sira telah berakhir. Ini boleh menjadi momentum Kamu bagi menunjukkan antusiasme dan cemeti konkret Engkau maupun dengan kata lain memberikan kesan positif. Anda bisa memberi jawaban dengan tanya-tanya selingkung budaya, ordinansi dan sistem firma nan menengah mewawancarai Anda kini seperti mana “benefit apa sahaja nan saya dapatkan jikalau diterima bekerja disini?”, “berapa lama jam istirahat nan diberikan?”, “apakah cak semau uang lembur?”. Berikan pertanyaan yang memang mendalam Anda kepingin ketahui. Pasca- radu menjawab soal interview dan Ia diterima turut berkreasi di perusahaan nan Anda lamar, ada baiknya untuk merencanakan keuangan atau gaji Anda untuk masa mendatang. Salah satu cara nan boleh dilakukan merupakan menelanjangi tabungan di CIMB Niaga. Baca Juga Cara Memulai Usaha di 2022? Begini Caranya Di CIMB Niaga terdapat bermacam-macam varietas tabungan yang boleh Anda pilih dengan beraneka macam keuntungan dan kemudahan. Pelecok satunya adalah GOAL Savers dari CIMB Memikul sebagai tabungan berjangka sistematis setoran rutin, siap membantu kamu mempersiapkan masa depan. Berbagai keuntungan dari mengekspos GOAL Savers antara bukan bebas menentukan jangka hari tabungan dan jumlah setoran rutin. Anda juga boleh mendapatkan hasil pengembalian dengan suku bunga menghela. Cak bagi informasi makin lengkap tentang tabungan-tabungan yang tersedia di CIMB Jual beli Anda bisa memeriksanya di sini.
Menyangkut dengan dunia pendidikan atau dunia kerja, umumnya kita tidak akan terlepas dari tahap interview wawancara. Interview ini bisa dijalani seseorang yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi, maupun yang akan melamar pekerjaan ke sebuah perusahaan. Pada dasarnya, tes interview atau wawancara kerja merupakan tes yang tidak kalah penting dalam menentukan diterima atau tidaknya seseorang untuk bekerja setelah tahapan tes atau psikotes. Hal ini dikarenakan pihak HRD Human Resource Development akan mengetahui bagaimana sikap, perilaku dan kemampuan kita untuk bisa cepat beradaptasi dengan suasana dan alur kerja yang ada di perusahaan tersebut. Dengan adanya tahap interview atau wawancara ini, pihak perusahaan biasanya akan mengetahui seberapa cepat pelamar bisa mengambil sebuah keputusan dalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang selalu ada dalam dunia kerja. Karena maju mundurnya sebuah perusahaan bergantung pada kinerja para karyawannya, maka proses interview ini sangat diandalkan pihak perusahaan agar tidak ingin salah dalam memilih orang yang akan jadi karyawannya. Saat tes interview berlangsung, umumnya orang akan mengalami ketegangan, apalagi untuk orang yang pertama kali melamar pekerjaan. Sehingga dari sini tidak sedikit banyak orang yang gagal dalam tahap tersebut. Untuk itu pada kesempatan kali ini akan dibahas cara-cara bagaimana menghadapi tes interview yang baik sehingga kita bisa lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi tes tersebut. Manusia hanya bisa berusaha semaksimal mungkin dan untuk hasilnya sendiri kita serahkan semuanya kepada Tuhan yang Maha Esa. Sebelum melakukan tahap interview, ada baiknya pelamar menggali jauh lebih dalam informasi mengenai perusahaan yang Anda lamar. Contohnya seperti jenis perusahaan apa dan kegiatan apa saja yang ada di perusahaan yang Anda lamar. Dari sini Anda sebagai pelamar dapat mengukur seberapa kemampuan kita apabila diterima di perusahaan tersebut. Dan berikut beberapa cara agar Anda berhasil dalam menghadapi tes interview dalam dunia kerja. Baca Juga Wawancara Kerja 10 Pertanyaan Terlarang Untuk Diajukan 1. Perhatikan Penampilan Kenakan Pakaian yang Rapi dan Sopan via Cara pertama dalam menjalani interview yang baik adalah dengan memperhatikan penampilan. Penampilan Anda memang sangat penting ketika akan melakukan tes interview, karena hal pertama yang dilihat oleh orang yang akan melakukan interview adalah penampilan. Disarankan pada saat interview Anda harus memakai pakaian yang formal seperti kemeja yang berwarna cerah namun tidak mencolok. Sebaiknya Anda tidak memakai celana yang berbahan dari jeans. Usahakan Anda harus terlihat rapi baik itu dari segi pakaian maupun dari hal-hal yang mendukung proses penilaian yang akan diberikan. 2. Datang Lebih Awal Usahakan untuk tiba lebih awal dari waktu yang telah ditentukan dan jangan sampai membuat orang yang akan melakukan interview terhadap Anda menunggu karena akan mengurangi poin penilaian terhadap kedisiplinan. Dengan datang lebih awal, Anda dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin dan mengatur emosi, mengontrol stres yang tidak perlu dan mengumpulkan pikiran Anda agar tetap fokus supaya berjalan dengan baik proses wawancara yang akan Anda jalani. 3. Bersikap Sopan dan Tegas Jaga Sikap dengan Tetap Sopan dan Tegas via Setelah Anda dipanggil untuk masuk ke ruangan interview, terlebih dahulu Anda harus mengetuk pintu lalu memberikan salam, setelah Anda dipersilahkan untuk masuk segeralah jabat tangan pewawancara dengan tegas. Jabat tangan dengan tegas ini akan berfungsi untuk menunjukkan rasa antusias pelamar atas lowongan dan proses interview yang berlangsung. Dan jangan lupa berikan wajah yang penuh senyum serta ramah terhadap pewawancara agar menjadi poin tambahan. Jangan sampai membawa permasalahan dari luar ketika akan diwawancarai karena akan berakibat buruk terhadap diri Anda. 4. Jawab Setiap Pertanyaan dengan Singkat dan Jelas Ketika proses interview berlangsung, usahakan agar selalu melakukan kontak mata dengan pewawancara. Jangan membuat tatapan yang kosong apalagi melamun. Kontak mata sendiri berfungsi untuk memberikan pandangan bahwa Anda orang yang sangat serius untuk mendapatkan pekerjaan pada posisi yang diinginkan. Ketika ditanya, berikan jawaban yang singkat dan jelas, karena jika Anda memberikan jawaban yang panjang lebar tapi tidak menuju inti dari jawaban pertanyaan yang diberikan, maka akan membuang waktu dan bisa jadi akan mengurangi penilaian Anda di mata pewawancara. Jawaban yang panjang lebar juga akan menciptakan kesan bahwa Anda tidak memahami dan menangkap pertanyaan yang telah diberikan. Jawaban yang panjang lebar juga dapat memunculkan pertanyaan baru sehingga membingungkan bagi yang mewawancarai. Baca Juga 5 Hal Ini Bisa Membuat Wawancara Kerja Anda Lancar 5. Ciptakan Suasana Nyaman Buat Suasana Interview Senyaman Mungkin via Ciptakan suasana yang nyaman dengan pewawancara dan ajukan pertanyaan yang berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Contohnya Anda ingin tahu lebih detail lagi tentang perusahaan dari segi kegiatan yang dilakukan atau alur kerja yang harus diikuti. Dengan pertanyaan-pertanyaan ini Anda akan jauh lebih dekat dengan pihak HRD pewawancara. Dalam proses wawancara, pelamar juga harus bisa menjaga emosi. Terutama jika pewawancara menanyakan alasan mengapa Anda mengambil keputusan untuk pindah dari perusahaan sebelumnya. Jangan sampai Anda menyampaikan hal-hal yang bersifat jelek atau pun masalah Anda terhadap perusahaan sebelumnya terhadap pewawancara. Anda dapat menjawab "saya pindah dari perusahaan yang sebelumnya karena peluang untuk mengembangkan kemampuan saya di perusahaan ini sangat besar." Dengan cara seperti ini maka tidak ada pihak mana pun yang dijelek-jelekan oleh kita, dan pewawancara dapat memahaminya dan bisa menerimanya. 6. Perlihatkan Antusias Kerja Berikan keyakinan terhadap perusahaan bahwa Anda ingin memberikan kontribusi lebih untuk memajukan perusahaan dan ingin bekerja keras untuk mewujudkannya. Pada tahap ini, Anda juga harus pandai menjual kemampuan yang Anda miliki terhadap perusahaan, agar pewawancara yakin dengan kemampuan yang Anda miliki. Perlihatkan juga semangat untuk bekerja guna memberikan kemajuan dan manfaat yang baik terhadap perusahaan. Tetapkan juga harapan untuk bekerja di perusahaan tersebut. Maksudnya di sini adalah dalam proses pengisian formulir kerja Anda, jangan menuliskan atau mematok harga yang tidak masuk akal dan meminta fasilitas yang tidak mungkin dipenuhi oleh perusahaan. Alih-alih meminta yang berlebihan, lebih baik kita usahakan untuk memberikan yang terbaik sehingga dapat memajukan perusahaan. Karena dengan begitu akan terjadi hubungan timbal balik antara perusahaan dan kita sebagai karyawan yang bekerja. Dengan hal ini pihak perusahaan juga akan menilai kita sebagai pribadi yang bekerja dengan baik dan nantinya gaji dan fasilitas akan datang dengan sendirinya jika kita telah memberikan yang terbaik. 7. Ucapkan Terima Kasih Jangan Lupa Ucapkan Terima Kasih via Terakhir, cara untuk menjalankan interview dengan baik adalah dengan meyakinkan diri dan membuat resume dari proses interview. Ketika Anda akan mengakhiri proses interview yakinkan terhadap diri Anda apakah sudah cukup dan tidak ada yang ingin ditanyakan lagi. Hal ini karena ketika sudah meninggalkan ruangan Anda usahakan Anda tidak lagi merasa bingung dan menggantung. Karena kalau sudah masuk bekerja Anda tidak akan bisa mengikuti semuanya dengan baik. Dan apabila dirasa cukup ucapkan terimakasih kepada pewawancara karena telah diberikan kesempatan untuk bisa menjelaskan tentang kemampuan dan informasi mengenai diri pribadi sehingga dapat jadi acuan untuk bisa diterima kerja di perusahaan. Meskipun hasil akhirnya masih belum bisa ditentukan apakah diterima atau tidak, Anda juga perlu membuat resume atau kesimpulan dari proses interview yang telah dilakukan. Buatlah catatan kecil dari interview yang telah berjalan agar kita bisa mengetahui sejauh mana hasil yang kita capai dan kekurangan-kekurangan apa saja yang harus kita perbaiki agar di kemudian hari apabila kita melakukan interview lagi bisa meminimalkan kesalahan yang dilakukan. Terima Hasilnya dengan Lapang Dada Demikianlah beberapa informasi terkait tatacara interview yang baik. Semoga dengan penjelasan ini, Anda dan para pelamar yang akan melakukan interview bisa menjalankan proses wawancara dengan sukses. Ketika pengumuman telah muncul, Anda harus berjiwa besar ketika apapun hasil yang muncul yang harus Anda terima. Anda tidak boleh putus asa ketika memang hasilnya tidak sesuai dengan keinginan. Setidaknya dengan proses interview tersebut kita dapat memetik ilmu dan pengalaman yang bisa kita pakai di kemudian hari apabila ingin melamar di perusahaan lain. Baca Juga 8 Pertanyaan Interview Kerja yang Perlu Diketahui dan Jawabannya Wawancara WawancaraKerja Interview Pekerjaan TipsBekerja Apakah Anda mencari informasi lain?
Sudah melamar kerja sana-sini, tetapi sama sekali belum mendapat undangan interview kerja. Kira-kira kenapa, ya? Apa ada kesalahan di cover letter atau CV? Memangnya CV seperti apa yang bisa menarik perhatian HR? Pertanyaan-pertanyaan di atas sudah sangat umum ditanyakan oleh banyak pelamar, terutama yang baru masuk ke dunia kerja seperti fresh graduates. Kamu mungkin sudah banyak mengirim CV, memperbarui profilmu di JobStreet, serta melakukan riset mengenai perusahaan yang kamu rasa cocok, tetapi ternyata itu belum cukup untuk membuatmu dipanggil interview kerja. Bisa jadi, HR melihat sesuatu di CV-mu yang membuatnya ragu untuk memanggilmu, meskipun sebenarnya format CV yang kamu kirimkan sudah rapi dan benar. Nah, artikel ini akan membahas tentang alasan apa saja yang bisa menyebabkan HR enggan memanggil kandidat ke interview kerja. Scroll terus ke bawah! Asal melamar kerja Ini sering sekali ditemukan di antara para pelamar kerja baru atau fresh graduate–dan pastinya bisa membuat HR cukup jengkel. Maksud dari “asal melamar” adalah kamu melamar pekerjaan yang tidak sesuai dengan persyaratan, latar belakangmu, dan masih banyak lagi. Contohnya, kamu lulusan S1 Arsitektur tetapi melamar untuk bekerja sebagai Marketing Manager, sementara kamu belum mempunyai pengalaman apapun di bidang Marketing. Belum lagi, posisi Manager biasanya membutuhkan minimal pengalaman 3 tahun. HR tentu akan langsung melewati CV-mu untuk melihat CV kandidat lain. Karena itu, sebelum kamu mengirim lamaran kerja, penting sekali untuk membaca seluruh kualifikasi, job description, letak kantor, serta gaji yang tertera di iklan lowongan. Mungkin, kamu sering mendapat saran untuk mengirim surat lamaran pekerjaan sebanyak-banyaknya dan tinggal berharap ada perusahaan yang “nyangkut”. Namun, kenyataannya tidak semudah itu dan dunia kerja tidak bekerja seperti itu. Memang tidak ada salahnya melamar di banyak tempat, tetapi tetap kira-kira dan sesuaikanlah dengan pengalaman dan keterampilan yang kamu miliki. Jangan sampai kamu melamar untuk sebuah pekerjaan yang kamu sama sekali tidak punya pengalaman di bidang itu sebelumnya. Hal itu tentunya akan membuat HR enggan membaca CV-mu. CV tidak lengkap dan tidak detail Nah, ini juga sering menjadi permasalahan. CV yang baik adalah CV yang memuat semua informasi yang dibutuhkan dengan lengkap. Tetapi, sayangnya masih banyak kandidat yang melupakan atau kurang memperhatikan hal tersebut. Salah satu contoh kesalahan yang paling umum adalah mencantumkan foto selfie di kolom pas foto, atau bahkan tidak mencantumkan foto sama sekali. Selain itu, sering pula ditemukan CV di mana kandidat salah menulis tempat dan tanggal lahirnya sendiri. Ditambah lagi, ketika mencantumkan pengalaman kerja, banyak kandidat yang hanya menuliskan kewajiban mereka saat bekerja. Padahal, HR juga ingin tahu apa saja yang telah kamu capai selama bekerja di tempat itu. Dengan mencantumkan pencapaianmu, HR akan semakin yakin bahwa kamu adalah kandidat yang tepat. Padahal, CV adalah faktor utama yang menentukan penerimaanmu. Semakin baik isi CV-mu, semakin tinggi pula kesempatanmu untuk dipanggil interview kerja. Karena itu, sangat banyak artikel-artikel tutorial menulis CV dengan baik, termasuk mengenai aturan memikat perekrut dalam 6 detik. Yuk, cek lagi cara menulis CV yang benar. 2. Kamu tidak memenuhi kualifikasi Seperti yang disebutkan sebelumnya, asal melamar kerja akan membuat kamu tidak memenuhi kualifikasi yang diinginkan. Sebagai seorang pengusaha, Ivan Gunawan juga sempat menyinggung masalah ini. Menurutnya masih banyak kandidat yang tidak menerapkan cara melamar pekerjaan yang baik dan sopan; asal mengirim surat lamaran pekerjaan bahkan mengirim DM ke akun media sosial Ivan tanpa menyesuaikan diri dengan kualifikasi yang diminta dan terkesan “yang penting kerja”. Hal tersebut tentunya tidak hanya dialami oleh Ivan, tetapi juga banyak perusahaan dan pengusaha lainnya. Misalnya, perusahaan mencantumkan di iklan lowongan bahwa mereka butuh seorang Social Media Manager dengan minimal pengalaman 3 tahun. Namun, tetap saja banyak ditemukan surat lamaran kerja dari kandidat yang sama sekali tidak memiliki pengalaman. Meskipun demikian, jangan sampai kamu menjadi tidak jujur ketika menulis CV, ya. Tetap tulis pengalaman dan keterampilan yang kamu miliki dengan sebenar-benarnya. Kamu harus menyesuaikan pekerjaan yang ingin dilamar dengan keterampilan yang kamu punya. Untuk belajar keterampilan baru atau mengasah keterampilan yang sudah ada, kamu bisa mengakses pelatihan gratis dari JobStreet X FutureLearn! Di sana, kamu bisa belajar berbagai keterampilan dari bermacam-macam bidang seperti pemasaran digital, IT, hubungan masyarakat, hingga e-commerce! Jangan memaksakan diri melamar pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuanmu, karena HR pasti akan tahu ketika kamu tidak jujur. Misalnya, kamu berhasil dipanggil ke interview pertama. Di CV, kamu mencantumkan bahwa kamu fasih berbahasa Inggris dengan tingkat kefasihan tinggi sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Namun, ternyata HR melakukan interview dengan bahasa Inggris dan kamu terbukti tidak bisa merespon pertanyaan dengan baik. Dengan begitu, HR akan langsung tahu bahwa kamu tidak jujur dan berakhir meragukan isi CV-mu, bukan hanya bagian keterampilan bahasa saja, tetapi juga keseluruhan informasinya. Karena itu, selalu tulis CV dan dampingi dengan surat lamaran yang ditulis dengan jujur, ya! Ayo cari tahu tips menulis surat lamaran kerja yang benar. 3. Tidak terlihat memiliki motivasi Ketika membaca ini, mungkin kamu akan sedikit bingung. Bagaimana caranya HR tahu tingkat motivasimu? Jawabannya ada pada motivation letter, atau sering juga disebut cover letter. Karena memuat motivasi serta tujuanmu melamar kerja, cover letter akan membantu HR menentukan apakah kamu benar-benar serius melamar atau tidak. Karena itu, sangat penting untuk menulis cover letter yang jelas, informatif, dan menarik. Cover letter yang baik akan memberimu kesempatan untuk menarik perhatian HR kepada CV-mu, yang kemudian akan digunakan untuk menilaimu lebih lanjut. Jika saat perkenalan saja kamu sudah terlihat tidak sungguh-sungguh, bagaimana HR berniat juga berniat mengenalmu lebih dekat? Ayo pelajari cara menulis cover letter yang menarik. 4. Daftar pengalamanmu kurang jelas Ini juga salah satu aspek yang sering diabaikan pelamar kerja. Masih banyak kandidat yang tidak mencantumkan secara rinci apa saja yang telah ia lakukan di pengalaman kerjanya dulu. Padahal, melalui CV kandidat HR perlu tahu kinerja mereka dengan jelas. Ingat, sebuah perusahaan bisa menerima puluhan, bahkan ratusan kandidat setiap harinya. Kesalahan sekecil apapun bisa membuatmu tersingkirkan. Selain job desc di pekerjaan dahulu, jeda yang cukup jauh antara pekerjaan jika ada juga akan dipertanyakan. Misalnya, kamu memiliki jeda 1 tahun antara perusahaan A dan B. Ketika interview kerja, HR akan bertanya, “Apa saja yang kamu lakukan selama 1 tahun tersebut?”. Jika kamu adalah fresh graduate yang belum memiliki pengalaman bekerja, kamu bisa mencantumkan pengalaman magang, berorganisasi, hingga kepanitiaan. Contohnya adalah pengalaman menjadi sekretaris himpunan mahasiswa atau menjadi panitia dalam salah satu acara kampus. Tulis pengalaman kamu dengan jelas dan sertakan pula pencapaian kamu saat itu. Dengan begitu, HR bisa mengetahui potensi kemampuanmu jika diterima di perusahaan nanti. 5. Kamu jarang memperbarui profil JobStreet Meskipun terlihat “sepele”, memperbarui profilmu akan membantumu memikat perhatian HR, lho. Dengan menunjukkan profil yang up-to-date, kamu sekaligus memperlihatkan bahwa kamu adalah kandidat dengan etos kerja yang baik, sehingga HR akan semakin yakin untuk mengundangmu ke interview. Selain itu, algoritma di website dan aplikasi JobStreet bekerja dengan menunjukkan kandidat-kandidat yang memiliki profil yang cocok dengan keinginan perekrut. Karena itu, penting sekali untuk memperbarui informasi di profilmu secara rutin. Akan lebih bagus lagi jika tanggal atau tahun pencapaianmu yang kamu cantumkan di profil dekat satu dengan yang lain. Dengan begitu, kamu akan dilihat perusahaan sebagai kandidat yang termotivasi mengembangkan diri dan selalu giat mencari pengalaman. Nah, bagaimana? Sudah semakin paham akan hal-hal yang mungkin terlewat ketika kamu mengajukan lamaran kerja? Semoga penjelasan ini dapat membantu kebingunganmu. Selama kamu menghindari kesalahan-kesalahan di atas, kamu pasti bisa membuat HR tertarik untuk mengundangmu interview kerja hingga tahap final! Sekarang, ayo mulai mencari pekerjaan yang kamu incar! Jangan lupa untuk mencermati persyaratan serta job desc-nya, ya. Aplikasi JobStreet memiliki fitur di mana kamu, sebagai pelamar kerja, bisa mengecek status lamaran kerjamu received lamaran sudah diterima, read lamaran sudah dicek, dan interview tujuanmu membaca artikel ini. Setelah mengirim lamar kerja, cek statusnya secara berkala juga, ya! Jangan lupa pula untuk selalu memperbarui profil JobStreet-mu secara rutin setelah kamu mendapat pengalaman atau keterampilan baru. Kamu bisa memasukkan pengalaman-pengalaman yang didapat dari pelatihan kerja termasuk pelatihan dari JobStreet dan FutureLearn, magang, hingga hasil kerjamu sebagai seorang freelance. Kunjungi laman Tips Karir kami untuk mencari tahu lebih banyak tentang tips dan berita dunia kerja. Jika kamu ingin lebih tahu tentang tren kerja terbaru, langsung saja unduh laporan Mengupas Tren Talent Global dari JobStreet di sini! Di JobStreet kami selalu berupaya mengantarkan pekerjaan yang bernilai untuk Anda. Sebagai Partner Karir, kami berkomitmen membantu pencari kerja menemukan passion dan tujuan dalam setiap langkah karir. Sebagai Partner Talent nomor 1 di Asia, kami menghubungkan perusahaan dengan kandidat tepat yang dapat memberikan dampak positif dan berkualitas kepada perusahaan. Temukan pekerjaan yang bernilai untuk Anda. Kunjungi JobStreet hari ini. Tentang SEEK Asia SEEK Asia, gabungan dari dua merek ternama Jobstreet dan jobsDB, adalah portal lowongan pekerjaan terkemuka dan destinasi pilihan untuk pencari dan pemberi kerja di Asia. Kehadiran SEEK Asia menjangkau 7 negara yaitu Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina dan Vietnam. SEEK Asia adalah bagian dari SEEK Limited Company terdaftar di Bursa Efek Australia, portal lowongan pekerjaan terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar. SEEK Asia dikunjungi lebih dari 400 juta kali dalam setahun. Tentang SEEK Limited SEEK adalah grup perusahaan yang beragam, dengan portofolio yang kuat yang mencakup usaha lowongan pekerjaan daring , pendidikan, komersial dan relawan. SEEK hadir secara global termasuk di Australia, Selandia Baru, Cina, Hong Kong, Asia Tenggara, Brazil dan Meksiko, yang menjangkau lebih dari 2,9 miliar orang dan sekitar 27 persen PDB global. SEEK memberikan kontribusi positif kepada orang-orang dalam skala global. SEEK terdaftar dalam Bursa Efek Australia, yang menempatkannya sebagai 100 perusahaan teratas dan telah diperingkat sebagai 20 Perusahaan Paling Inovatif oleh Forbes.
Wawancara kerja atau interview kerja merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui oleh seseorang yang sedang mencari pekerjaan. Oleh karena itu momen ini kerap menjadi kondisi yang mendebarkan. Pertanyaan mengenai pertanyaan interview seperti apa yang akan ditanyakan kemudian muncul. Pastinya bagi pelamar pekerjaan berharap bisa menjawab pertanyaan interview dengan lancar dan lolos ke dari tahap ini dengan mudah. Baca Juga Apa Saja Jualan Online Terlaris Tahun 2020? Yuk, Jadikan Peluang Bisnis! Pertanyaan Interview Memperkenalkan Diri Anda Pertanyaan interview awal umumnya dilontarkan oleh penanya adalah seputar diri Anda. Meski terdengar sederhana, justru di sini menjadi poin penting untuk bisa merebut atensi HRD atau orang yang melempar pertanyaan interview kepada Anda. Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui karakter dasar Anda karena menjadi aspek penting untuk perusahaan. Jika pertanyaan interview awal ini bisa dilewati dengan baik, besar kemungkinan Anda menarik perhatian dari HRD. Ketika menghadapi pertanyaan interview seperti ini, berikut beberapa hal yang harus Anda lakukan dan jangan lakukan. Yang Harus Dilakukan Salam hangat, sapa semua orang yang ada di sana. Bercerita tentang pribadi dan data diri Anda secara singkat. Cerita tentang pekerjaan dan apa jobdesk-nya. Coba fokus ke skill dan kompetensi yang bisa Anda jual di posisi itu. Jika tidak memiliki pengalaman, Anda bisa menceritakan aktivitas sehari-hari. Jangan Melakukan Menyampaikan data pribadi terlalu detail dan bertele-tele. Menceritakan hobi, ini akan menjadi intermezzo saja, jangan dijadikan komponen pertama saat perkenalan diri. Cerita sifat semu, semisal “Saya siap bekerja keras dan bertanggung jawab demi kemajuan perusahaan.” Mengiba perusahaan. Pertanyaan Interview Apa yang Diketahui Tentang Perusahaan Ini? Pertanyaan interview selanjutnya yang umum ditanyakan masih standar dan terkesan sebagai basa-basi dari HRD kepada Anda. Namun, pertanyaan interview tersebut nyatanya penting karena Anda wajib mengetahui seluk beluk perusahaan atau tempat bekerja yang Anda lamar. Baca Juga Pentingnya Perjanjian Pra Nikah Untuk Masa Depan Indah Untuk mempersiapkan jawaban dari pertanyaan interview ini, Anda bisa lebih dulu mempelajari profil perusahaan, visi, misi, hingga history dari perusahaan tersebut. Anda tidak harus menghafal secara detail, cukup memahami secara umum perusahaan ini bergerak di bidang apa yang bagaimana bisnis mereka berjalan. Pertanyaan Interview Kenapa Tertarik Melamar Pekerjaan di Sini? Jangan terkecoh dengan pertanyaan interview seperti ini. Pertanyaan ini diajukan untuk mencari seberapa besar motivasi Anda sesungguhnya. Hindari untuk menjawab dengan alasan gaji atau suasana lingkungan kerja dan menyebutkan ketidaknyamanan di perusahaan Anda sebelumnya. Anda bisa menjawab pertanyaan interview ini dengan alasan-alasan positif. Seperti misalnya ingin menyalurkan potensi dalam diri atau latar belakang Anda cocok dengan posisi yang dilamar di perusahaan tersebut. Pertanyaan Interview Sejauh Mana Anda Tahu Posisi yang Dilamar Sekarang? Setelah menjawab tiga pertanyaan interview sebelumnya yang terbilang standar dan dasar, Anda kemungkinan akan mulai ditanya lebih jauh tentang posisi yang dilamar. Untuk ini, Anda harus tahu betul alasan dan latar belakang posisi yang Anda lamar. Anda bisa mencari referensi lebih banyak mengenai posisi yang dilamar. Setelah memahminya, Anda bisa menjelaskannya dari sudut pandang sendiri tanpa mencontoh keseluruhan dari sumber yang Anda cari. Pertanyaan Interview Apa yang Bisa Anda Berikan untuk Perusahaan atau Posisi Ini? Pertanyaan interview seperti ini juga cukup umum diberikan. Anda bisa mengaitkan dengan pengalaman atau ilmu yang Anda miliki dengan harapan ketika Anda bekerja di tempat baru. Jangan menjanjikan sesuatu yang Anda sendiri tidak bisa atau tidak yakin bisa melakukannya. Setelah Anda menjelaskan kemampuan yang dimiliki, anda bisa meneruskannya dengan keuntungan yang bisa didapatkan oleh perusahaan jika mempekerjakan Anda. Pertanyaan Interview Mengapa Anda Berhenti dari Pekerjaan Sebelumnya? Ini menjadi salah satu pertanyaan interview yang penting. Dari sini perusahaan bisa menilai karakter dan orientasi Anda. Oleh sebab itu hindari untuk menyebutkan masalah pribadi sebagai alasan Anda keluar dari perusahaan sebelumnya. Jelaskan alasan Anda dengan penjabaran yang profesional dan tidak menjelekkan pihak manapun. Anda tidak harus berbohong di dalam pertanyaan interview ini, karena perusahaan tidak sedikit yang menghargai kejujuran. Paling penting adalah bagaimana Anda menyampaikan penjelasan secara profesional. Pertanyaan Interview Tanggapan Anda tentang Lembur? Ini merupakan pertanyaan interview untuk mengetahui komitmen Anda. Oleh karena itu Anda harus memberikan jawaban dengan porsi yang sesuai, tidak berlebihan namun tidak kurang. Mungkin banyak yang tidak nyaman bekerja lembur. Namun nyatakan komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan sebesar mungkin. Jika harus bekerja lembur pastikan bahwa waktu lembur tersebut masih dalam batasan toleransi Anda. Sehingga jangan sampai jawaban yang diberikan terkesan basa-basi. Pertanyaan Interview Apa yang Anda Lakukan Jika Berada dalam Tekanan Pekerjaan? Pertanyaan interview ini diajukan untuk mengetahui seberapa besar kesabaran dan ketangguhan Anda dalam menghadapi pekerjaan yang banyak dan mendadak. Karakter Anda akan dinilai apakah seseorang yang mudah menyerah dan tidak bertanggung jawab dengan pekerjaan sendiri. Jawab pertanyaan ini dengan sejujur mungkin jika memang memiliki cara sendiri dalam menenangkan diri seperti mengambil beberapa menit untuk jalan-jalan keluar kantor, atau memejamkan mata bahkan mengambil cuti sehari untuk berlibur. Tidak ada jawaban yang salah, yang salah jika Anda memaksakan pilihan yang tidak cocok dan terkesan berbohong. Pertanyaan Interview Apakah Anda Melamar di Perusahaan Lain? Anda harus menjawab pertanyaan interview ini sejujur mungkin jika memang ada pilihan lebih dari satu perusahaan. Jika ternyata beberapa nama perusahaan yang disebutkan memiliki karakteristik baik yang sama dari budaya dan sistem kerjanya maka ini akan memperkuat alasan Anda kenapa melamar diperusahaan tersebut dengan posisi tersebut yang berarti Anda memang ingin bekerja secara baik dengan environment yang mendukung agar bisa berkembang dengan lebih baik bukan hanya sekedar "agar mendapatkan pekerjaan". Baca Juga Bisnis Laundry di Tengah Perumahan Bikin Cuan Pertanyaan interview ini juga biasanya digunakan untuk mengetahui apakah Anda bisa direkrut secepat mungkin. Jika Anda memang dianggap memiliki kualifikasi, tidak menutup kemungkinan HRD akan lebih cepat merekrut Anda. Pertanyaan Interview Berapa Gaji yang Anda Harapkan? Pertanyaan interview selanjutkan akan lebih spesifik merujuk ke dalam pekerjaan yang Anda lamar. Pertanyaan ini diajukan oleh HRD untuk mengetahui 'harga' yang cocok untuk dibayarkan kepada Anda. Beberapa perusahaan mungkin akan meminta bukti slip gaji Anda sebelumnya untuk semakin yakin. Biasanya akan ada negosiasi mengenai gaji setelah mengajukan jumlah gaji yang diinginkan jadi tidak apa-apa jika mengajukan dengan harga paling tinggi pada awal negosiasi. Pertanyaan Interview Apakah Anda Punya Pertanyaan? Jika pertanyaan interview ini muncul, biasanya sesi wawancara kerja Anda telah berakhir. Ini bisa menjadi momentum Anda untuk menunjukkan antusiasme dan motivasi positif Anda atau dengan kata lain memberikan kesan positif. Anda bisa memberi jawaban dengan pertanyaan-pertanyaan seputar budaya, peraturan dan sistem perusahaan yang sedang mewawancarai Anda saat ini seperti "benefit apa saja yang saya dapatkan jika diterima bekerja disini?", "berapa lama jam istirahat yang diberikan?", "apakah ada uang lembur?". Berikan pertanyaan yang memang benar-benar Anda ingin ketahui. Setelah selesai menjawab pertanyaan interview dan Anda diterima masuk bekerja di perusahaan yang Anda lamar, ada baiknya untuk merencanakan keuangan atau gaji Anda untuk masa mendatang. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membuka tabungan di CIMB Niaga. Baca Juga Cara Memulai Usaha di 2020? Begini Caranya Di CIMB Niaga terdapat berbagai jenis tabungan yang bisa Anda pilih dengan berbagai keuntungan dan kemudahan. Salah satunya adalah GOAL Savers dari CIMB Niaga sebagai tabungan berjangka bersistem setoran rutin, siap membantu kamu mempersiapkan masa depan. Berbagai keuntungan dari membuka GOAL Savers antara lain bebas menentukan jangka waktu tabungan dan jumlah setoran rutin. Anda juga bisa mendapatkan hasil pengembalian dengan suku bunga menarik. Untuk informasi lebih lengkap tentang tabungan-tabungan yang tersedia di CIMB Niaga Anda bisa memeriksanya di sini.
Dalam proses rekrutmen, biasanya perekrut mempersilahkan kandidat untuk mengajukan pertanyaan kepada HRD saat interview kerja berlangsung. Hal tersebut biasanya dilakukan oleh pihak HRD ketika telah menanyakan beberapa hal kepada kandidat terkait informasi pribadi, skill, dan lain sebagainya. Itu dilakukan agar komunikasi di dalam interview menjadi lebih interaktif dan dua arah. Selain itu, tujuan perekrut mempersilahkan kandidat untuk bertanya juga untuk mengetahui sejauh mana keingintahuan dan ketertarikan kandidat terhadap perusahaan. Terkadang, beberapa kandidat yang tanpa persiapan atau baru pertama kali melakukan interview kerja lupa untuk bertanya atau bahkan segan. Padahal, itu merupakan kesempatan bagus yang dapat dimanfaatkan untuk mengetahui lebih banyak informasi terkait posisi pekerjaan yang dilamar dan perusahaan. Melalui pertanyaan yang diajukan kepada HRD juga proses interview kerja akan terasa leluasa dan tidak kaku. Namun, tentunya ada aturan tidak tertulis atau etika yang perlu dipertimbangkan dalam mengajukan pertanyaan kepada HRD saat interview. Sebab, melalui pertanyaan yang diajukan oleh kandidat, pihak perekrut/HRD juga akan menilai kualitas dan kepribadian kandidat calon pegawai. Bagaimana cara mengajukan pertanyaan kepada HRD yang baik? Apa saja contoh pertanyaan yang dapat diajukan? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, simak tips mengajukan pertanyaan kepada HRD saat interview kerja yang diulas dalam artikel berikut ini! Baca juga Tips Menjawab Pertanyaan Tentang Motivasi Rekrutmen Saat Interview Pengertian interview kerja Interview atau wawancara adalah sebuah situasi percakapan yang terjadi antara dua orang atau lebih dengan tujuan untuk memperoleh informasi melalui percakapan tersebut dengan cara mengajukan pertanyaan kepada lawan bicara/peserta wawancara oleh pihak pewawancara. Meskipun memiliki tujuan yang sama, proses interview sendiri beragam tergantung kepentingan pihak interviewer, misalnya untuk kepentingan proses rekrutmen, kepentingan pengajuan beasiswa, pengajuan visa, dan lain sebagainya. Berkaitan dengan topik artikel kali ini, jenis interview yang akan dibahas lebih lanjut adalah mengenai interview kerja. Interview kerja adalah suatu bentuk percakapan yang formal dan mendalam yang diadakan untuk mengevaluasi pelamar kerja atau kandidat calon pegawai. Interviewer atau perekrut akan mengajukan tiga pertanyaan dasar untuk mendapatkan informasi tentang kemampuan/skill pelamar dalam mengerjakan pekerjaannya, kualitas pelamar dalam mengerjakan pekerjaannya, dan kelebihan pelamar dibandingkan dengan pelamar lainnya. Ketiga informasi dasar tersebut kemudian dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan penilaian oleh perekrut dan perusahaan untuk menempatkan kandidat/pelamar kerja di posisi pekerjaan yang dilamarnya. Tujuan interview kerja Dalam setiap kegiatan perekrutan karyawan baru, terutama interview, tentunya ada tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh perekrut selama pelaksanaannya. Beberapa tujuan interview kerja antara lain sebagai berikut. Untuk mengetahui kepribadian seorang kandidat/pelamar kerja. Untuk membantu perusahaan mengidentifikasi pelamar-pelamar yang layak untuk diberikan penawaran kerja. Untuk mencari informasi relevan yang dituntut dalam persyaratan jabatan. Untuk memperoleh informasi tambahan yang dibutuhkan bagi jabatan dan perusahaan. Untuk melihat apakah seorang kandidat/pelamar kerja mampu melakukan pekerjaan posisi yang dilamarnya. Baca juga 8 Langkah Tepat Saat Melakukan Rekrutmen Karyawan Cara mengajukan pertanyaan kepada HRD saat interview Dalam proses interview, ada hal-hal yang perlu diperhatikan terutama terkait sikap dan tata bahasa yang digunakan selama prosesnya. Anda tentu tidak ingin dinilai sebagai orang yang buruk di depan para perekrut. Oleh sebab itu, sebelum menjalani proses interview kerja sebaiknya Anda menyiapkan hal-hal sebagai berikut. 1. Siapkan salinan CV dan lamaran kerja Anda Ada kalanya Anda lupa apa saja yang Anda cantumkan di dalam CV dan lamaran kerja Anda. oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk membaca kembali dan menyiapkan salinan dokumen CV dan lamaran yang Anda berikan kepada perekrut saat melamar pekerjaan. Selain itu, dokumen tersebut juga akan berguna jika sewaktu-waktu perekrut melupakan dokumennya dan meminta Anda untuk mengirimnya ulang atau meminta salinannya. 2. Informasi tentang perusahaan dan posisi pekerjaan Sebelum menjalani proses interview, ada baiknya Anda mencari tahu informasi umum tentang posisi pekerjaan dan perusahaan yang Anda lamar. Dengan mengetahui informasi-informasi tersebut, Anda akan dinilai penuh persiapan dan tidak asal dalam melamar kerja. 3. Siapkan pertanyaan untuk diajukan kepada HRD saat interview Agar proses interview berlangsung lebih interaktif dan terjalin komunikasi dua arah, sebaiknya Anda menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan terkait informasi yang perlu Anda ketahui seputar pekerjaan dan perusahaan. Hal ini akan mengurangi tensi dan rasa gugup Anda saat interview. Perekrut akan memberikan kesempatan untuk Anda bertanya saat interview berlangsung. Tentunya pertanyaan yang Anda ajukan tidak boleh sembarangan atau pertanyaan yang sifatnya privasi tentang perusahaan. Siapkan pertanyaan seputar gaji Anda, keuntungan yang akan Anda dapatkan jika bekerja di perusahaan, budaya perusahaan, dan lain-lain. Selain itu, hindari mengajukan pertanyaan berulang atau pertanyaan umum yang jawabannya dapat Anda peroleh dari website perusahaan. 4. Gunakan bahasa yang formal namun tidak kaku Cara Anda berbahasa akan menjadi bahan pertimbangan untuk penilaian perekrut dalam menentukan status Anda dalam memperoleh pekerjaan. Hindari menggunakan bahasa yang terlalu baku atau terlalu santai. Sebab, bahasa yang terlalu baku akan membuat proses berjalannya interview akan menjadi penuh tekanan, kaku, dan canggung. Sedangkan bahasa yang terlalu santai akan membuat Anda dinilai sebagai orang yang tidak profesional. 5. Jawab dan ajukan pertanyaan dengan percaya diri Sikap percaya diri sangat penting dimiliki saat menjalani interview kerja. Hal tersebut akan menjadi bahan pertimbangan bagi perekrut untuk menilai apakah Anda mampu melakukan pekerjaan di posisi yang Anda lamar. Selain itu, sikap percaya diri juga penting untuk menimbulkan kesan bahwa Anda adalah seseorang yang berdedikasi, profesional, dan dapat beradaptasi dengan baik. Jawab pertanyaan yang diajukan oleh pihak perekrut dengan yakin dan tanpa berbelit-belit. Kemudian, lakukan hal yang sama ketika Anda mengajukan pertanyaan kepada HRD saat interview berlangsung. Baca juga Tips Untuk yang Hadapi Interview Karyawan Saat Puasa Contoh pertanyaan kepada HRD saat interview Supaya Anda mendapatkan gambaran mengenai pekerjaan dan mendapatkan informasi yang mendalam mengenai perusahaan yang Anda lamar, berikut ini beberapa daftar pertanyaan yang dapat Anda ajukan saat sesi interview. 1. “Bagaimana lingkup kerja dan tugas sehari-hari dari posisi ini?” Ini adalah kesempatan Anda untuk belajar sebanyak mungkin tentang peran posisi yang Anda inginkan, sehingga dapat memutuskan apakah ini adalah pekerjaan yang cocok untuk Anda. Selain itu, dengan mempelajari gambaran tugas sehari-hari, Anda juga akan mendapatkan lebih banyak wawasan tentang keterampilan yang diperlukan. 2. “Kandidat seperti apa yang paling sesuai untuk posisi ini?” Anda bisa mendapat banyak informasi penting yang belum Anda peroleh dalam deskripsi pekerjaan yang dicantumkan perusahaan. Anda pun nantinya bisa mempelajari budaya perusahaan. Jika memang cocok dengan Anda, mengapa tidak mempertimbangkan perusahaan ini sebagai tempat kerja Anda kelak? 3. “Bagaimana proyeksi karir posisi yang saya lamar di perusahaan ini?” Pertanyaan interview kerja di atas merupakan pertanyaan interview kerja yang dapat menggambarkan proyeksi karir Anda di perusahaan yang Anda lamar. Biasanya, Anda akan dijelaskan bagaimana perusahaan memberikan penilaian dan melakukan promosi untuk masing-masing karyawannya. Selain itu dengan pertanyaan interview kerja di atas, Anda dapat lebih jelas mengetahui jenjang karir dan prospek di masa yang akan datang. 4. “Bagaimana prospek perusahaan dalam 5 tahun mendatang?” Jika Anda berencana untuk berada dalam posisi di perusahaan itu selama beberapa tahun, pastikan perusahaan tersebut berkembang. Cari tahu juga tentang kondisi bisnis perusahaan. Jangan sampai Anda bergabung saat perusahaan sebenarnya sedang nyaris gulung tikar. 5. “Apa potensi terbesar perusahaan saat ini?” Pertanyaan ini menunjukkan motivasi Anda untuk memanfaatkan peluang di perusahaan tersebut. Di samping itu, dengan mengajukan pertanyaan ini, Anda bisa mempelajari lebih lanjut tentang fokus perusahaan dalam beberapa waktu mendatang. 6. “Apa yang Bapak/Ibu sukai selama bekerja di perusahaan ini?” Pertanyaan interview kerja di atas sangat berkaitan dengan kultur kerja yang berlaku di perusahaan yang Anda lamar. Kultur kerja sangat penting dan dapat berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap produktivitas kerja Anda. Dari jawaban yang Anda dapat, semestinya Anda dapat membayangkan apakah budaya kerja yang berlaku sesuai dengan preferensi atau malah berbeda dengan ekspektasi yang Anda harapkan. 7. “Apa saja tantangan yang dihadapi perusahaan saat ini?” Anda pasti juga ingin tahu tentang tantangan yang dihadapi perusahaan. Dengan demikian, Anda bisa mengetahui tren sekaligus persoalan dalam industri yang akan Anda tekuni. 8. “Apa yang paling Bapak/Ibu sukai dari bekerja di perusahaan ini?” Tak ada salahnya Anda menanyakan hal ini kepada pewawancara. Terkadang, Anda pun memerlukan informasi pengalaman kerja langsung dari orang-orang yang sudah lebih dulu di sana. 9. “Bagaimana jalur karir untuk posisi saya ini?” Pertanyaan ini dapat membantumu mempelajari apakah perusahaan mempromosikan kemajuan karir Anda di sana kelak. Dengan mengajukan pertanyaan ini, Anda dapat menunjukkan minat untuk tumbuh bersama organisasi. Namun, Anda mesti cukup berhati-hati untuk tidak mengucapkannya dengan cara yang terdengar terlalu mementingkan diri sendiri. 10. “Bagaimana cara perusahaan menilai keberhasilan kinerja karyawan?” Mengetahui bagaimana perusahaan mengukur keberhasilan kinerja karyawan adalah hal terpenting. Lewat pertanyaan ini bisa membantu Anda memahami bagaimana caranya bisa meraih karir yang baik di perusahaan tersebut. Selain itu, lewat pertanyaan ini juga Anda bisa memutuskan apakah nilai dan budaya perusahaan selaras dengan nilai Anda atau tidak. 11. “Apa proses selanjutnya dalam rekrutmen ini?” Pertanyaan ini menunjukkan bahwa Anda tetap berminat dengan posisi tersebut. Ini juga akan membantu Anda mendapatkan informasi penting tentang deadline perekrutan sehingga Anda dapat melakukan follow-up dengan tepat. 12. “Sudah berapa lama posisi ini terbuka?” Dengan mengetahui seberapa lama posisi ini mulai terbuka itu akan memberi gambaran bagi Anda dalam proses perekrutan ini. Bila posisinya telah terbuka dalam beberapa bulan ke belakang, berarti perekrut cukup selektif dalam memilih kandidat yang cocok. Sementara jika posisinya baru terbuka selama seminggu ke belakang, bisa jadi Anda termasuk kandidat pertama yang diwawancara oleh perekrut dan Anda memiliki kesempatan untuk dipertimbangkan. 13. “Seperti apa program pengembangan SDM yang ada di perusahaan ini?” Pertanyaan interview kerja terkait people development bisa menjadi bahan pertanyaan untuk mengetahui bagaimana rencana yang dimiliki perusahaan terkait pengembangan sumber daya manusia yang dimilikinya. Melalui jawaban yang diberikan, Anda bisa melihat sejauh mana perusahaan memberikan peluang karyawannya untuk berkembang menjadi profesional yang lebih baik. 14. “Divisi mana dan siapa saja yang akan bekerja pada posisi ini nantinya?” Mengetahui divisi apa saja yang terlibat dalam pekerjaan sehari-hari merupakan hal penting yang perlu diketahui. Dengan mengetahui informasi ini lebih awal, Anda dapat memproyeksikan sejauh mana kolaborasi yang akan dilakukan dalam pekerjaan Anda nantinya. 15. “Bagaimana ekspektasi kesuksesan posisi ini dalam 6 bulan pertama? Pertanyaan interview kerja ini berkaitan dengan ekspektasi perusahaan dalam posisi yang sedang Anda lamar. Melalui jawaban tersebut, Anda dapat mengetahui seberapa vital peran Anda nantinya. Baca juga Tips Menjawab Pertanyaan Saat Interview yang Sering Muncul! Proses rekrutmen karyawan menjadi lebih praktis dengan aplikasi GreatDay HR Salah satu tanggung jawab HRD yang utama adalah mengatur dan memfasilitasi jalannya proses rekrutmen karyawan baru di perusahaan. Memilih dan memilah jumlah lamaran juga CV yang terlampau banyak pasti akan membuat HR kewalahan. Selain itu, prosesnya juga memakan waktu yang lama dan tenaga yang tidak sedikit, sehingga menyebabkan pekerjaan lainnya terkadang terbengkalai. CV dan lamaran yang berupa dokumen cetak juga tidak ramah lingkungan dan tidak beraturan. Untuk mengatasi hal tersebut, aplikasi GreatDay HR hadir guna mempermudah dan membuat pekerjaan HR termasuk rekrutmen menjadi lebih efektif. Alihkan data-data berupa dokumen ke bentuk digital dan buat penyaringan kandidat yang lebih sesuai agar proses rekrutmen menjadi lebih nyaman dan ramah lingkungan. Selain itu, Anda juga dapat mengupdate status proses kandidat karyawan secara otomatis. Terlebih lagi, GreatDay HR menyediakan fitur yang memungkinkan Anda untuk mengatur wawancara langsung di aplikasi mobile yang dapat diakses hanya melalui ponsel pintar Anda. Saatnya beralih ke pengelolaan rekrutmen digital untuk memudahkan dan membuat proses rekrutmen karyawan menjadi jauh lebih efektif dibandingkan dengan cara manual. Segera unduh aplikasinya sekarang di AppStore dan PlayStore atau kunjungi lamannya dan dapatkan demo gratis! Baca juga 14 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat Interview Kerja yang Baik dan Benar
cara mengisi formulir interview yang benar